Showing posts with label AS I LAY DYING. Show all posts
Showing posts with label AS I LAY DYING. Show all posts

Friday, May 10, 2013

SIDANG AWAL VOKALIS AS I LAY DYING

10 May 2013


Masih menurut pemberitaan di Tribun San Diego Union hari ini tentang vokalis AS I LAY DYING yang mencoba menyewa orang untuk membunuh mantan istrinya, Tim Lambesis sedang dihadapkan pada hukum yang mungkin saja menjeratnya hingga kurungan sembilan tahun penjara plus denda jaminan sebesar 3 juta dollar jika terbukti bersalah.
Dalam dakwaan yang digelar Pengadilan Tinggi di Vista, California, Wakil Jaksa Claudia Grasso mengatakan frontman AS I LAY DYING tersebut mengutarakan niatnya kepada seseorang di gym yang ingin istrinya mati. Lambesis kemudian bertemu dengan agen polisi yang menyamar sebagai pembunuh bayaran dan melakukan transaksi. Pria berusia 32 tahun tersebut kemudian memberi uang kontan senilai seribu dollar dalam amplop lengkap dengan rincian denah lokasi rumah mantan istri dan foto.
Di sidang yang dihadiri keluarga Tim Lambesis, manajer AS I LAY DYING dan para fans, pengacara Lambesis menilai tuntutan awal jaksa senilai 20 juta dollar sangat tidak masuk akal.
Sang pengacara, Anthony Salermo meyakini kliennya telah menjadi korban konspirasi jebakan. “Penegak hukum sudah disuap seseorang yang efektif mengatur semuanya. Tim tidak berniat melukai orang lain,” ujar pengacara. Dia juga menambahkan mungkin saja seseorang telah memberi informasi palsu soal Lambesis.
Meggan, istri Tim Lambesis mengajukan gugatan cerai pada September lalu secara hukum dengan alasan perbedaan yang tak bisa ditolerir lagi apalagi klaim Meggan mengatakan Agustus tahun lalu, Tim mengirim email kepadanya tentang Tim yang tak lagi mencintai dan menginginkan perceraian. Di email tersebut Tim juga menulis tak lagi percaya pada Tuhan.

Tim Lambesis ditahan tanpa perlawanan pada Selasa (7/5) sekitar jam 2 siang saat berbelanja di toko buku Barnes & Noble di Oceanside, California dan sidang berikutnya baru akan digelar bulan depan. [Banjarsari Underground]

Thursday, May 9, 2013

SEWA PEMBUNUH, VOKALIS AS I LAY DYING DITANGKAP

8 May 2013


Pentolan christian metalcore AS I LAY DYING, Tim Lambesis diberitakan telah ditangkap kepolisian Amerika dengan dugaan menyewa mantan polisi lokal sebagai pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa sang istri.
Pria berusia 32 tahun tersebut ditangkap Kepolisian San Diego di salah satu toko di Oceanside, Southern California., tak lama setelah mereka kembali dari konser di China.
Dan penahanan ini sebagai upaya mencegah hal yang tak semestinya terjadi. Niat Lambesis diakui kepolisian tercium sejak minggu lalu dan mereka menempatkan detektif yang menyamar untuk menggali informasi dan melindungi Meggan, sang istri. Lambesis dan Meggan sendiri sedang mengalami proses perceraian secara hukum sejak September tahun lalu.
“Kami menerima informasi ini akhir pekan lalu dan kami bertindak cepat untuk mencegah tragedi besar,” ujar juru bicara kepolisian San Diego County, Jan Caldwell kepada Reuters.
Pada Maret 2009, Tim Lambesis membawa AS I LAY DYING absen dalam beberapa show di tur mereka bersama LAMB OF GOD untuk memfinalisasi pengadopsian bayi. “Menakjubkan menjadi seorang ayah dan kehormatan seperti ini merupakan hal yang tak pernah dapat diatur secara sempurna. Aku sudah mengadopsi bayi dari Ethiopia yang prosesnya butuh setahun,” ujarnya kala itu.
Sebagai band metalcore yang kerap berbicara soal kekristenan dan hubungan baik, Januari kemarin Lambesis di halaman Loudwire menegaskan apa yang dilakukannya untuk mengadopsi bayi merupakan garis lurus dengan apa yang mereka tulis pada lirik-lirik lagu AS I LAY DYING.
Album teranyar mereka, “Awakened” yang rilis tahun lalu via Metal Blade sebagai album penuh keenam berhasil terjual hingga lebih dari 28 ribu keping dalam minggu pertama rilis di Amerika. Hasil yang mengantar mereka bertengger di peringkat 11 Top 200 Chart Billboard dan menjadikan AS I LAY DYING sebagai salah satu nomitor peraih penghargaan Grammy.
Baru-baru ini mereka tampil di Jakarta sebagai salah satu headline Hammersonic Fest akhir April lalu yang menjadi penampilan kedua mereka di Indonesia setelah November 2008.



Gambar diatas merupakan file sebagai bukti perintah penangkap Tim Lambesis oleh kepolisian setempat. [Chimot/Banjarsari Underground]