Showing posts with label SLAYER. Show all posts
Showing posts with label SLAYER. Show all posts

Saturday, June 15, 2013

KERRY KING: SLAYER TETAP HIDUP DAN KUAT

15 Juni 2013 


Veteran thrash metal California, SLAYER meraih penghargaan “Kerrang! Legend Award” tahun ini yang digelar tadi malam (13/6) di Troxy Club, London yang diterima langsung Kerry King, gitaris SLAYER
Di podium penghargaan, King menyampaikan sepatah kata singkat tentang pengalamannya memiliki majalah Kerrang!. “Sebelum ada SLAYER, aku pergi ke toko musik dan membeli majalah Kerrang! yang kemungkinan itu lima edisi awal dan aku masih punya sampai sekarang”.
“Saat ini banyak majalah bangkrut tapi Kerrang! tetap eksis. Aku punya banyak edisi mereka dan aku punya ketika mereka menulis SLAYER. Dan sekali lagi terima kasih untuk Kerrang!. SLAYER tetap hidup dan kuat dan kami akan bertemu lagi kalian di venue,” ujarnya.
Ditanya tentang meraih penghargaan Kerrang! Legend Award tanpa pendiri sekaligusgitaris SLAYER, Jeff Hanneman yang meninggal bulan lalu, kepada Entertainment Daily News, King mengatakan bentuk penghargaan seperti ini tak pernah terlintas di pikiran Hanneman karena lebih memilih melakukan hal tenang di hotel. Tapi bagaimanapun Hanneman akan tetap ada di pikiran banyak orang untuk waktu yang lama.
Tanggal 30 Mei lalu, SLAYER lewat bassist Tom Araya dan Kerry King mengumumkan Paul Bostaph sebagai drummer mereka untuk tur leg pertama di tahun 2013 dimana sebagai pengganti Jeff Hanneman, SLAYER tetap memakai jasa gitaris EXODUS, Gary Holt.
Seperti yang kami kabarkan juga sebelumnya, Jeff Hanneman meninggal tanggal 2 Mei lalu karena kerusakan liver yang dipengaruhi konsumsi alkohol berlebih.
Paul Bostaph sendiri bukan drummer baru bagi SLAYER karena pernah bergabung di tahun 1992 hingga 2001 dengan catatan turut merekam empat album di masa emas band yang dibentuk di tahun 1981 tersebut. Selain dengan SLAYER, Bostaph juga pernah menjadi drummer untuk beberapa band thrash metal kenamaan sepertiFORBIDDENEXODUSSYSTEMATIC dan TESTAMENT.
Drummer asli SLAYER, Dave Lombardo terpaksa keluar dari band ketika mereka melakukan tur di Australia karena ketidakcocokan masalah kontrak baru dan sebagai pengganti sementara ketika itu mereka menggunakan Jon Dette yang juga pernah menjadi drummer TESTAMENT.
Selain SLAYER yang raih Kerrang! Legend Award, penghargaan tadi malam juga menobatkan IRON MAIDEN raih Kerrang! Inspiration Award dan VENOM raih Kerrang! Icon Award serta PANTERA raih Hall Of Fame. [Banjarsari Underground]

Tuesday, May 7, 2013

SLAYER AJAK FANS UNTUK TIDAK PEDULIKAN GEREJA WESTBORO

May 24, 2013


Beberapa waktu lalu Westboro Baptist Church, sebuah gereja di Topeka, Kansas, Amerika Serikat yang dikenal konservatif sempat mengeluarkan komentar kontroversial terkait kematian gitaris SLAYER Jeff Hanneman. Menurut Westboro, Jeff telah ‘dibunuh’ oleh Tuhan karena ketidakpatuhannya terhadap Tuhan. Kemarin [23 Mei 2013] adalah hari di mana acara memorial untuk Jeff diadakan. SLAYER akhirnya buka suara atas pernyataan Westboro tersebut.

Respon SLAYER terhadap Westboro tersebut dimuat di Facebook SLAYER. Tom Araya dkk menyarankan kepada para fans untuk tidak mempedulikan komentar dan keberadaan Westboro.

“Pesan kepada fans : Ingin mengungkapkan kekesalan kepada Westboro Baptist Church pada acara memorial Jeff? Lakukanlah dengan cara yang juga akan dilakukan oleh personil SLAYER dan para keluarga – cuekin saja mereka [Westboro].  Mereka itu tidak ada. Mendingan kita semua bersama-sama mengenang kehidupan Jeff.”

Pada hari di mana Jeff meninggal dunia, Westboro sudah langsung membuat komentar lewat Twitter. “Idola anda yang mana lagi yang akan dibunuh Tuhan setelah ini? Kemarin Chris Kelly #KrisKross. Hari ini Jeff Hanneman #Slayer. Tuhan Membenci Idolamu. Patuh atau binasa.” Demikian bunyi tweet mereka. Chris Kelly merupakan salah satu dari duo rap Kris Kross yang kondang pada awal 90an. Kelly [34] dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2013 di sebuah rumah sakit di Atlanta, Georgia, AS. Kematiannya diduga akibat penggunaan drugs.



Pernyataan Westboro terkait acara memorial Jeff Hanneman

Westboro juga menyebut bahwa mereka akan mendatangi acara memorial publik Jeff Hanneman, dengan tujuan untuk memperingatkan umat manusia untuk selalu patuh kepada Tuhan. Dalam rencananya tersebut, Westboro kembali menyebarkan pernyataan tentang Jeff. “Kami akan mendatangi acaranya untuk memberi peringatan kepada umat manusia! Tuhan membenci idolamu. Bertobatlah dan patuhi Tuhan. Atau neraka menunggu! [Hell Awaits]” kata mereka.


Atas komentar-komentarnya tersebut, Westboro menuai tentangan dan tantangan dari komunitas metal terutama fans SLAYER. Fans SLAYER menanggapi pernyataan Westboro dengan berbagai cara di internet. Sebuah page bernama "SLAYER Harus Bermain Live di Depan Gereja Westboro" muncul di Facebook dan sudah disukai oleh lebih dari 2.000 orang. Di tempat lain, muncul sebuah gambar dua fans SLAYER yang mengukir logo SLAYER di kulit kepala dan punggung mereka hingga berdarah. Gambar tersebut bertuliskan "Mau memprotes pemakaman orang yang fansnya berani melakukan hal seperti ini?" 

Westboro adalah sebuah gereja yang ekstrim dalam berideologi. Mereka selama ini dikenal sebagai kelompok yang menentang aborsi dan keberadaan kaum homoseksual. Menurut Wall Street Journal, Westboro Church merupakan sebuah gereja kecil di Kansas yang berpendapat bahwa kematian tentara-tentara AS di Afghanistan dan Irak merupakan hukuman bagi Amerika karena memberikan toleransi terhadap homoseksual dan aborsi."You're Going To Hell" dan "God Hates You" menjadi slogan-slogan yang paling sering mereka gunakan dalam demonstrasi-demonstrasinya.

Acara memorial Jeff Hanneman diadakan pada 23 Mei 2013 di Hollywood Palladium, Los Angeles, California, AS. Acara ini terbuka untuk publik semua umur dengan venue yang bisa menampung sebanyak 4.000 hadirin.

Jeff Hanneman meninggal dunia pada 2 Mei 2013 di rumah sakit dekat rumahnya di Southern California, Amerika Serikat. Kematiannya karena Cirrhosis yang terkait dengan alkohol. Cirrhosis adalah sebuah kondisi di mana sel-sel hati telah rusak. Jeff meninggal dunia dalam usia 49 tahun dan meninggalkan istrinya Kathryn serta tiga saudara kandungnya. [Banjarsari Underground]

Saturday, April 6, 2013

GARY HOLT TIDAK AKAN TINGGALKAN EXODUS DEMI SLAYER

April 3, 2013


Kerry King boleh memberi kesan ‘open door’ bagi Gary Holt -gitaris pengganti sementara Jeff Hanneman- untuk bergabung bersama SLAYER. Namun nampaknya Gary punya opsi lain. Gitaris Exodus itu tidak berniat untuk meninggalkan bandnya demi SLAYER. Hal itu diungkapkannya belum lama ini.


Gary Holt sudah ‘bergabung’ dengan SLAYER selama kurang lebih dua tahun sejak Jeff Hanneman terserang penyakit necrotizing fasciitis pada 2011 dan belum sembuh hingga saat ini. 

Kemungkinan Gary bergabung di SLAYER memang terbuka, meski semuanya memang masih bergantung dari situasi di SLAYER. “Aku memang belum membicarakannya dengan dia, tapi nampaknya Gary bisa untuk jangka panjang. Dia mengosongkan waktu dan jadwalnya untuk membantu kami tur. Jika Jeff tiba-tiba bisa sembuh bulan Juni, kami akan bayar Gary atas waktunya untuk kami. Aku tak akan memperlakukan dengan buruk orang yang sudah membantu kami selama dua tahun. Kalaupun Gary bermain selamanya bersama kami, aku oke-oke saja. Tapi jika Jeff membaik, datang ke latihan dan menunjukkan dia cukup bisa bermain, ya selamat bergabung lagi.” Kata Kerry King dalam interview dengan MetalObsession. 

Namun Gary Holt sendiri nampaknya punya pandangan lain. Jika misalnya Jeff Hanneman tak bisa kembali lagi ke SLAYER, Gary tidak berniat meninggalkan Exodus untuk bergabung dengan SLAYER. “Jika artinya aku harus mengakhiri apa yang sudah kubangun selama hidupku, aku tidak mau [bergabung dengan SLAYER]. Seandainya aku bisa menjalani keduanya [Exodus dan SLAYER]. Aku sudah bersama SLAYER selama dua tahun dan aku bermain sepanjang tahun bersama mereka. Tapi aku juga tetap jalan bersama Exodus. Aku membuat banyak riff-riff selama tur. Saat tur musim panas bersama SLAYER, aku membawa alat recording digital agar aku bisa terus menggarap materi-materi baru Exodus di kamar hotel.” Kata Gary belum lama ini kepada MetalTitans di San Francisco. 

SLAYER belakangan memang sedang banyak didera problem. Sejak bulan Februari 2013 drummer Dave Lombardo untuk sementara ‘dikeluarkan’ karena dia menyinggung managemen finansial yang dianggapnya kurang fair di tubuh SLAYER. Hal ini membuatnya harus absen dari tur Australia. Posisinya pun diisi sementara oleh Jon Dette. 

SLAYER juga punya kendala dengan penggarapan album baru mereka yang hingga kini masih terkatung-katung. Bukan hanya ketidakjelasan tentang siapa produser yang akan menangani album baru itu, tapi juga ketidakjelasan tentang personil yang akan bermain di album itu, karena praktis hanya ada dua anggota resmi SLAYER yang masih aktif saat ini yaitu Kerry King dan Tom Araya, sementara konflik internal di dalam tubuh band ini juga tak jelas kapan akan berakhir. 

Dengan kondisi seperti ini, fans mereka nampaknya harus bisa bersabar dan berdoa semoga tensi dan masalah-masalah yang dialami SLAYER bisa cepat mereda dan mereka bisa kembali bekerja menggarap album barunya sejak terakhir kali mereka merilis album pada 2009. [Maggot Team/Banjarsari Underground]

KONFLIK INTERNAL SLAYER BELUM TEMUI TITIK TERANG

March 6, 2013


Perselisihan yang terjadi dalam tubuh SLAYER nampaknya masih belum menemui solusi. Sejak Dave Lombardo digantikan untuk tur Australia pada Februari lalu, para personil SLAYER masih bungkam tentang apa yang terjadi dalam band mereka. 


Dave memang sempat bicara tentang kondisi finansial bandnya yang membuatnyadidepak dari tur Australia. Namun belum ada penjelasan dari teman-temannya di SLAYER tentang apa yang diungkapkan Dave itu.

Kerry King, dalam interview dengan Soundwave TV Australia, tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Kerry hanya mengatakan bahwa dirinya terpaksa mengambil keputusan itu karena tak mau mengacaukan jadwal di Australia. “Sayangnya Dave tak bisa ikut bersama kami. Tapi aku punya rencana cadangan untuk jaga-jaga. Karena aku tak mau mengacaukan [tur] Australia. Bisa dibayangkan betapa menyebalkannya kalau itu sampai terjadi kan? Jadi kulakukan yang terbaik menurutku.” katanya.

Hingga Kerry atau Tom memberikan penjelasan atas apa yang sebenarnya terjadi di SLAYER, isu finansial yang diungkap oleh Dave Lombardo hanya akan mendapat sorotan sebelah pihak dan membuat penilaian publik menjadi tak seimbang. Kebanyakan orang kini menganggap bahwa Kerry adalah pihak yang terlalu dominan, sedangkan Dave terlihat sebagai personil yang mengungkapkan apa yang dipikirkannya, namun dikesampingkan. 

Dave Lombardo pun sempat mengucapkan terima kasih kepada para fansnya atas dukungan mereka dalam permasalahan ini. “Aku selalu tahu bahwa fansku memang luar biasa. Dan dua minggu terakhir benar-benar membuktikan hal itu. Betapa bersemangat, sportif dan tulus mereka sesungguhnya. Terima kasih atas segala tanggapan kalian. Semoga kita bisa bertemu segera.” Tulis Dave di Facebooknya pada 5 Maret 2013. 

Belum lama ini, Nicko McBrain, drummer Iron Maiden juga mengeluarkan pendapatnya tentang kondisi yang menimpa SLAYER.  “Aku sedih hal ini bisa sampai terjadi. Tapi memang saat kita menemui suatu kejanggalan di band kita dan lalu mengungkapkannya ke teman band dan tidak ditanggapi dan malah diancam akan digantikan posisinya, itu artinya kamu haru siap-siap dengan segala yang mungkin terjadi. Aku sedih karena Dave Lombardo adalah bagian besar dari band. Dia sangat dikenal dan berkarakter. Ada banyak drummer bagus, tapi Dave adalah salah satu master.  Dia adalah SLAYER bersama dengan Kerry dan juga yang lainnnya. Kerry nampaknya terlalu berlebihan dan mungkin akan menyesalinya kelak. Kuharap mereka bisa duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan mereka.” Kata Nicko dalam interview dengan Broward Palm Beach New Times.

Album Baru Masih Tertunda



Interview Kerry dengan Soundwave TV juga sempat menyinggung penggarapan album baru SLAYER. Meski Kerry King mengatakan dia sudah punya sebelas lagu, namun mereka ternyata belum mendapatkan produser. Kerry bahkan bilang dia tak tahu siapa yang akan memproduserinya dan siapa saja yang akan bermain di album baru.

Nama Greg Fidelman dan Rick Rubin sempat disebut-sebut akan menjadi produser, namun hingga kini belum ada kepastian tentang kerjasama mereka. SLAYER hanya sempat merekam dua lagu bersama Greg Fidelman tahun 2012 lalu, namun hingga kini belum di-mixing. Dua lagu itu tadinya akan dirilis sebagai EP, namun dibatalkan.

Tapi yang lebih penting ketimbang produser, adalah siapa yang akan memankan drum di album baru SLAYER nanti. Jika perselisihan dengan Dave tidak segera kelar [sementara Dave adalah drummer yang ikut dalam proses penulisan lagu-lagu baru mereka], mungkin saja para fans SLAYER masih harus menunggu lebih lama lagi sampai album baru mereka dirilis. “Aku sudah menyiapkan banyak materi baru. Dan aku mengerjakannya bersama Dave. Belum kuputuskan [selanjutnya].” Kata Kerry. 

Kondisi SLAYER beberapa tahun terakhir memang sedang kurang baik. Sakit yang dialamiJeff Hanneman, penggarapan album yang tertunda-tunda, dan keretakan dengan Dave Lombardo adalah beberapa permasalahan yang dialami mereka. Dalam beberapa kesempatan, Kerry King juga sempat mengeluarkan komentar yang seperti menjelaskan bahwa bandnya sedang tidak dalam kondisi yang baik . 

Dengan kondisi seperti ini, fans mereka nampaknya memang hanya bisa bersabar dan berdoa semoga tensi dan masalah-masalah yang dialami SLAYER bisa cepat mereda dan mereka bisa kembali bekerja menggarap album barunya sejak terakhir kali mereka merilis album pada 2009. [Chimot/Banjarsari Underground]

Monday, March 4, 2013

KERRY KING: MERAGUKAN LAMBARDO BISA KEMBALI KE SLAYER

4 March 2013


Fans SLAYER tentu sangat menyesalkan keputusan yang sudah dikeluarkan minggu lalu dengan tetap melanjutkan tur Soundwave di Australia meski tanpa Dave Lombardo.
Keputusan Dave Lombardo yang tak ingin ikut dalam tur tersebut bukan tak mungkin menimbulkan babak baru dalam sejarah perjalanan salah satu godfather thrash metal tersebut. Bahkan Kerry King sebagai mastermind mengaku ragu meski tak menutup juga kemungkinan memecat Dave Lombardo secara permanen.
Dalam tur Australianya ini, SLAYER awalnya berencana memakai tenaga Charlie Benante sebagai pengganti yang kemudian gagal mendapat visa. Beruntung mantan drummer sementara mereka di tahun 1996 dan 1997, Jon Dette sedang berada di Australia bersama ANTHRAX yang kemudian didaulat menjadi penggebuk sementara SLAYER. Uniknya keberadaan Jon Dette di ANTHRAX juga hanya sementara sebagai pengganti Charlie Benante yang juga tak bisa terbang ke Australia.
Jon Dette ini dikabarkan juga mulai membantu sesi perangkuman beberapa lagu baru SLAYER di sela tur yang sebelumnya sudah ditulis bersama Lombardo. “Aku membuat beberapa lagu baru bersama Dave Lombardo. Jadi aku belum memutuskan apakah kami bisa melupakan Dave. Aku juga belum memutuskan apakah akan merekrut drummer baru atau hanya drummer sementara,” ujar King.
Saat ini SLAYER hanya tampil dengan dua dari empat personil asli mereka mengingat selain Dave Lombardo, gitaris Jeff Hanneman masih harus istirahat masa pemulihan setelah tergigit laba-laba beracun dua tahun lalu.
Dave Lombardo selaku personil asli SLAYER pernah hengkang di tahun 1986 sebelum setahun kemudian bergabung kembali, namun hengkang di tahun 1992 dan bergabung kembali ke band di tahun 2001 menggantikan Paul Bostaph. [Chimot/Banjarsari Underground]